Sumber: Doc. Int. LPM JURNAL

 LPM JURNAL, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIE Tri Dharma Nusantara (TDN) Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema sentral "HMI UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA?". Kegiatan yang dilaksanakan di Warkop Kopi Hoki pada Jumat (14/11/2025).


FGD ini bertujuan mengkaji ulang peran dan relevansi organisasi di tengah tantangan zaman, khususnya degradasi nalar kritis mahasiswa.

Diskusi ini turut dihadiri oleh berbagai perwakilan lembaga, baik internal HMI maupun eksternal, di antaranya: HMI Cabang Makassar, HMI Korkom Tamalate, HMI Komisariat NOBEL, HMI Komisariat Cokroaminoto, HMI Komisariat Yapma, LPM Jurnal, Himjusman, dan Tem-C Stie TDN.


Ketua Umum HMI Komisariat STIE TDN, Rusdiawan, menjelaskan urgensi dibalik pemilihan tema tersebut. Menurutnya, tema ini diangkat berdasarkan kegelisahan atas kondisi mahasiswa yang nalar kritisnya mulai terdegradasi akibat ketergantungan pada teknologi.


"Kenapa tema "HMI untuk apa dan untuk siapa?" karena melihat dari kondisi sekarang dimana proses literasi dan belajar sudah sangat efisien, sekarang mahasiswa terkhususnya sudah terkontaminasi dengan menggunakan chat GPT dan AI, disini menimbulkan rasa kritis sebagai seorang mahasiswa sudah terdegradasi, sudah keluar dari porosnya." ujarnya. 


Ia menegaskan bahwa kegelisahan ini juga bersifat internal. HMI sebagai organisasi kader merasa perlu untuk menjaga kultur diskusi dan perdebatan sebagai cara menemukan kebenaran, di tengah gempuran teknologi yang menawarkan jawaban instan.


"Tentu iya (berasal dari kegelisahan internal) seperti yang saya sampaikan bahwa kultur harus terus dijaga meskipun kita dihadapkan pada hal-hal yang mengganggu sifat kekritisan seorang mahasiswa," tambahnya.


Pelaksanaan FGD dilaporkan berjalan lancar sesuai rencana. Ketua Panitia, Adrianto Nasir, menuturkan bahwa hal ini didukung oleh persiapan yang dilakukan dengan matang oleh tim kepanitiaan.


"jadi kagiatan (FGD) ini berjalan lancar sesuai dengan tujuan diadakannya kegiatan ini, panitia telah mempersiapkan dengan matang dari hari pertama diusung kepanitiaan sampai pelaksanaan pada malam hari ini" ujar Rian, sapaan akrabnya.


Kegiatan ini, menurut Ketua Umum, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh HMI Komisariat STIE TDN di setiap akhir periode kepengurusan.


Ia juga menyampaikan agar nilai-nilai dasar HMI dapat terus dijaga oleh kepengurusan selanjutnya.


"Harapan saya pribadi atas terlaksananya kegiatan (ini), calon pengurus selanjutnya tetap menjaga nilai-nilai yang sudah ditanamkan sebelumnya di konstitusi HmI, yakni nilai Islam, Nilai Intelektual dan Nilai Kemasyarakatan," tutup Wawan.


Agenda FGD ini diharapkan menjadi momentum awal bagi HMI Komisariat STIE TDN untuk mempertegas kembali posisi dan kontribusinya, sehingga jawaban atas pertanyaan "HMI Untuk Apa dan Untuk Siapa?" dapat terejawantahkan dalam karya nyata.


Author: R