![]() |
| Sumber: Doc. Int. LPM Jurnal |
LPM JURNAL, Makassar - Mahasiswa Kelas Manajemen Ekonomi 1 (M-E1) Semester III STIE Tri Dharma Nusantara sukses menyelenggarakan GaukangFest 2025 bertajuk "Pentas Seni and Talkshow" di Aula Andi Ishak, Senin (22/12/2025). Mengangkat tema provokatif “Gen Z: Penjaga atau Penghancur Budaya?”, acara ini menjadi ruang refleksi kritis bagi generasi muda di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini memadukan diskusi intelektual dengan pertunjukan seni tari tradisional yang memukau. Penampilan para penari dengan busana adat lengkap di atas panggung menjadi bukti nyata bahwa identitas lokal masih memiliki tempat di hati generasi masa kini.
Wakil Ketua Panitia GaukangFest, Faisal, menjelaskan bahwa tema tersebut sengaja dipilih untuk menantang pola pikir generasi Z yang dinamis.
“Melalui GaukangFest, kami ingin membangun kesadaran generasi muda akan tanggung jawab mereka dalam mempertahankan identitas bangsa. Ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan langkah awal untuk mencintai kembali nilai-nilai tradisi,” ujar Faisal.
Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta yang tinggi menjadi sinyal positif. “Kami hadirkan pentas seni sebagai bukti keindahan budaya daerah dan talkshow sebagai ruang edukasi. Respons peserta sangat luar biasa, ini membuktikan Gen Z masih memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya,” tambahnya.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua STIE Tri Dharma Nusantara, Dr. Ir. H. Andi Entong C, M.Si. Dalam pembukaannya, pihak pimpinan mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menjaga marwah kebudayaan di lingkungan kampus, juga turut hadir Wakil Ketua I STIE TDN, Indra Diputra, S.H.I., M.M., serta beberapa dosen dan tamu undangan dari external kampus.
Hadir sebagai narasumber utama dalam sesi talkshow, Arif Rahman Daeng Rate, yang dipandu oleh Marwa Juwita Yusuf, S.S., M.Hum. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan serta peluang kebudayaan lokal di era digital.
GaukangFest 2025 ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para pengisi acara. Melalui kesuksesan ini, panitia berharap GaukangFest dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten dalam mempererat silaturahmi sekaligus menjadi benteng pelestarian budaya lokal di Sulawesi Selatan.
Penulis: Faisal (Sambo)

Tidak ada komentar
Posting Komentar